WANITA YANG SENANTIASA KEMBALI KEPADA SUAMINYA
Saya
masih ingat dengan salah satu doa seorang kerabat yang menghadiri pernikahan
kami sekitar dua tahun silam. “Bahagia selalu ya, Ukh.” Begitu katanya dengan
ekspresi sumringah yang sangat kentara.
Bahagia
selalu, bisa bermakna semoga selalu diliputi oleh kebahagian. Tetapi, selalu
bahagia bukan berarti tanpa konflik ‘kan? Setidaknya itu yang saya terjemahkan.
Karena rasanya nihil, sebuah pernikahan mampu bertahan tanpa ada masalah yang
mengiringi.
Pemicu
konflik dalam rumah tangga sangatlah beragam. Apalagi diawal-awal pernikahan,
dimana setiap pasangan tengah mencoba mendalami dan memahami karakter
masing-masing. Bahkan keadaan bisa menjadi semakin rumit saat dibumbui oleh
karakter wanita yang sangat halus dan perasa, tak jarang masalah justru semakin
melebar.
Oleh
karena itu, rasanya tidak cukup mengandalkan sikap lembut dan penuh pengertian
dari sang suami untuk menyelesaikan masalah. Si istri juga harus mau menaklukan
egonya untuk mengerti bahwa setelah wanita menikah, suami adalah jalannya
menggapai surga.
Dari
Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alayhi
wasallam bersabda, “Dan istri-istri kalian yang akan masuk surga, yaitu yang
mudah beranak banyak lagi sangat penyayang kepada suaminya, serta yang
senantiasa kembali kepada suaminya, yaitu jika suaminya marah, maka diapun
segera datang kepada suaminya dan meletakkan tangannya di tangan suaminya dan
berkata, ‘Wahai suamiku, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak sampai engkau
maafkan aku (ridha kepadaku).’” (HR. An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra 5/361,
Ath-Thabrani dalam Al-Awshath 6/11, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani karena
syawahidnya (Ash-Shahihah1/578 No. 287))
Seperti
yang dijelaskan dalam hadits shahih tersebut bahwa salah satu sifat wanita
penghuni surga adalah wanita yang senantiasa kembali kepada suaminya. Kembali
untuk apa? Untuk meminta maaf dan bersegera meminta ridha dari suaminya.
Bukanlah
perkara mudah bagi wanita untuk mengendalikan egonya hingga bersedia meminta
maaf lebih dulu kepada sang suami. Apalagi dengan sisi perasa dan ingin
dimengerti, seringkali wanita bertahan dengan amarahnya dalam waktu yang lama.
Oleh sebab itu, Allah menjanjikan surga bagi istri-istri yang mampu dan mau
mengalah dikala sang suami marah kepadanya.
Bayangkan
jika kita, para istri, bertahan dalam amarah dan gengsi untuk meminta maaf
lebih dulu kepada suami? Syaithan akan tertawa bahagia karena diberikan pintu
masuk selebar-lebarnya untuk campur tangan dalam rumah tangga. Menjadikan
hubungan suami-istri semakin ruwet. Kondisi rumah tangga pun akan semakin
semrawut. Kalaupun bukan perpisahan yang akan terjadi, minimal rumah tangga
tidak akan memberikan kebahagiaan bagi suami-istri, tidak akan ada mawaddah dan
rahmah yang mengiringi. Na’udzubillahi
mindzalik.
Oleh
karena itu, Allah menjanjikan surga bagi para wanita yang bersedia memadamkan
amarahnya, menghilangkan api permusuhan terhadap suaminya. Ganjaran surga bagi
wanita yang senantiasa bersegera ingin kembali kepada suaminya. Karena ia tahu,
keridhaan sang suami adalah jalannya untuk menggapai surga.
Semoga
kita dikarunia suami yang mampu menjadi teladan lagi mudah memaafkan kesalahan
istrinya agar diringankan langkah kita untuk segera kembali ke dalam
pelukannya. Dan semoga Allah melembutkan hati kita, para istri, agar mau
mengakui kesalahan dan mau segera meminta keridhaan suami sehingga kita layak
menjadi wanita penghuni surga. Aamiin.
Written by: Irent Ummu 'Abdullah
_________________________________
>> http://www.khilafatulmuslimin.com/
>> http://www.khilafatulmuslimin.com/
>> http://www.ponpesukhuwwahislamiyyah.com/
Kantor Pusat:
>> Masjid Kekhilafahan Islam
Jl. W.R. Supratman, Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung. Indonesia
>> Masjid Kekhilafahan Islam
Jl. W.R. Supratman, Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung. Indonesia
Untuk pertanyaan, kritik, dan saran mengenai Khilafatul Muslimin, silakan hubungi:
☎ 0853 3826 7111
Email: contact@khilafatulmuslimin.com
>> Majalah Islam al-Khilafah: 0821 2236 4465 (kontak pembaca)
☎ 0853 3826 7111
Email: contact@khilafatulmuslimin.com
>> Majalah Islam al-Khilafah: 0821 2236 4465 (kontak pembaca)

Komentar
Posting Komentar