RESEP #3 OSENG "ENTUNG-ENTUNG"
Bismillaah...
Apa saja yang sudah kita syukuri hari ini? Nafas yang masih terhembus bebas dari raga? Kaki yang masih bisa digunakan untuk pergi ke pasar? Atau tangan yang semakin lihai mengolah bahan makanan untuk panganan keluarga? Alhamdulillaah.. Bahkan kita masih diberikan nikmat iman hingga bisa mensyukuri apa-apa yang telah Allaah berikan. Jadi, jangan lupa bersyukur ya^^
Next, masak apa hari ini? Kalau aku, lagi pengen mengenang masakan Ibu^^ Salah satu kudapan favorit sejak kecil. Dan tetap ngangenin sekalipun aku sudah punya bocil. Juga masih tetap dengan resep yang sudah jadi ikon aku, masak mudah dan gak pakai ribet. Mari berkenalan dengan Oseng "Entung-Entung".
Kalau kamu bertanya, "Apa sih, entung-entung?" Maka bersyukurlah bahwa bukan kamu saja yang tidak tahu, tetapi aku juga sebagai penulisnya pun tidak tahu, "Apa itu entung-entung?" Dan mari berharap, akan ada pembaca yang tahu lalu dengan rendah hati memberi tahukan kepada kita artinya^^ Hhe
Terlepas dari, apakah 'entung-entung' itu memang merupakan bahasa daerah. Atau justru sekedar penamaan random dari my beloved mother yang dulu baru belajar masak lalu qadarullah masakan random-nya justru menjadi kudapan spesial anak-anaknya. Aku gak tahu. Jelasnya, Oseng "Entung-Entung" ini punya rasa yang enak, in syaa Allaah.
BAHAN:
- 10 buah terong hijau (bulat), dicuci dan diiris-iris tidak terlalu tipis
- 2 papan tempe ukuran sedang, dipotong dadu
- Semangkok kecil cumi kering, dicuci dan dipotong kecil-kecil
- 2 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 9 buah cabai rawit (tambahkan bila suka pedas)
- 1/4 sdt garam
- 2 sdm gula pasir
- 1/4 gelas air
- Minyak goreng untuk menumis
CARA BUAT:
- 1. Iris dan potong-potong bahan bumbu (bawang dan cabai);
- 2. Panasakan minyak goreng di dalam wajan menggunakan api sedang;
- 3. Bila minyak telah panas, masukkan sebuah bahan (terong, tempe, cumu, bawang, dan cabai) secara bersamaan, lalu tumis sampai terong layu;
- 4. Tambahkan gula dan garam ke dalam tumisan kemudian aduk sampai merata;
- 5. Terakhir, masukkan air lalu aduk kembali tumisan sebelum dicicipi untuk ketepatan rasa, bila terlalu asin, tambahkan gula secukupnya, jangan ditambahkan air;
- 6. Tutup tumisan dan biarkan dengan api kecil hingga bumbu meresap, aduk sesekali saja;
- 7. Bila bumbu dirasa telah meresap (air telah asat), matikan kompor dan Iseng "Entung-Entung" siap untuk disajikan.
Hmm.. in syaa Allaah menggugah selera ya kalau disantap dengan nasi hangat dan sambal terasi^^ Apalagi kalau makannya bersama keluarga. Alhamdulillaah, nikmat Allaah mana yang hendak kita pungkiri?^^
Sebenarnya ini bukan Resep aseli Oseng "Entung-Entung" buatan Ibu. Semisal, seharusnya yang digunakan ikan teri sedang, tetapi berhubung yang ada cumi kering.. Pribahasa 'tak ada rotan, akarpun jadi' berlaku saat ini^^ Dan alhamdulillaah tidak terlalu mengubah rasa dan jadi bisa ada varian Oseng "Entung-Entung" Cumi, hhe. Dan ada satu bahan utama yang kurang dari resep aselinya. Kalau untuk yang satu itu, entah memang di Sumbawa tidak ada tanamannya atau memang selama hampir 3 tahun ini aku tidak ketemu tempat menjualnya. Yaitu Daun Tangkil (Daun Melinjo).
Yasudah, selamat berkreasi! Jangan lupa niatkan ibadah sebelum mulai memasak biar pahalanya dapat. Barakallaahu fiik^^
----------------------
Sumbawa, 30 Rajab 1438H
Ummu 'Abdullah
Sumbawa, 30 Rajab 1438H
Ummu 'Abdullah
Komentar
Posting Komentar