REMINDER #10 KISAH SI MANGGA MUDA

Ini sebenarnya cerita lama sih. Tiba-tiba teringat dan mau share di blog. Ide ceritanya juga lawas banget. Tentang inspirasi berbagi dan saling memberi kepada yang membutuhkan. Lawas kan? Tetapi kisah semacam ini memang tidak akan lekang termakan oleh zaman sih.^^

Waktu itu ceritanya kan lagi hamil muda dan musuhan sama yang namanya nasi. Pengennya sih yang segar dan menyegarkan, semacam rujak mangga muda. Dan ini Sumbawa lho. Tempat dimana buah seperti mangga cuma ada kalau memang sudah musimnya. Lain waktu? Jangan harap!

Jadi semacam pesimis gitulah sama 'ngidam' saat itu. Kayak sudah paham tidak akan terwujud, huhuhu... Jadi untuk menghibur  diri, cobalah mengajak suami berkeliling mencari udara segar di sore yang ramai.

Dasar memang takdir ya. Seharusnya kita tidak boleh mendahului ketetapan Allah dengan ucapan 'pasti'. Karena manusia hanya mampu menduga, dan yang mengeksekusi? Allaah subhanawata'ala. Yup! Takdirnya bertemu dengan mangga muda, pas lagi jalan di komplek Bakso Mas Jayeng di Alas, justru kita melihat satu pohon mangga bertubuh besar dan berbuah lebat.

Masyaa Allaah! Semacam kaget masih ada pohon yang bisa berbuah di saat yang lain berbunga saja tidak mungkin. Dan ini? Lebat banget, tidak kelihatan sedang berbuah di luar musimnya.

"Assalamu'alaykum, pak. Boleh kita beli  mangga mudanya? Istri saya lagi ngidam." Ucap suami, seperti malu tetapi mau menyenangkan istri.

"Ooo... Maaf, kita gak jual mangga dari pohon." Oke, jawaban si bapak bisa bikin pupus cinta ibu 'ngidam' kepada mangga muda kalau saja tidak dilanjutkan dengan, "Tapi ambil aja kalau emang butuh." Alhamdulillaah, rezeki istri shalihah.

Baik ya? Dan darinya kita juga tahu bahwa si bapak juga kurang paham kenapa pohon mangga ini bisa berbuah sepanjang tahun. Bisa jadi ini semacam berkah  dari Allaah subhanawata'ala dan kesempatan bagi sang bapak untuk berbagi kepada sesama. Karena ia tidak pernah mengomersilkan pohonnya ini dan membiarkan orang lain memakannya jika membutuhkan. Masyaa Allaah.

Begini sudah rencana Allaah untuk menegur hamba-Nya sekelas aku. Hamba yang tanpa sadar mendahului ketentuan Allaah dengan ungkapan 'pasti tidak akan terwujud'. Padahal siapa sih yang paling kuasa atas semesta ini? Astaghfirullaah.. Dan lewat mangga muda pula Allaah ingin mengingatkan kami bahwa sedekah itu baik. Tidak akan menjadikan miskin bagi pelakunya dan memberikan manfaat bagi yang menerimanya.

Ingatlah bahwa Allaah akan menambahkan nikmat bagi hamba-Nya yang senang berbagi kepada sesama. Jika bukan jumlahnya, bisa jadi caranya yang akan Allaah tambah. Atau bahkan, jumlah dan caranya menikmati rezeki yang akan Allaah tambahkan tanpa keraguan. Masyaa Allaah! Adalah benar janji Allaah itu. Maka, nikmat Allaah mana yang bisa kita dustakan??

Lagipula... Sebutkan satu saja bagian dari hidup kita yang bukan dari hasil pemberian? Adakah? Jelas semua adalah pemberian dari Allaah Yang Maha Pengasih. Kalau sudah tahu bahwa semuanya adalah pemberian Allaah, maka apa yang membuat kita berat untuk membelanjakannya di jalan Allaah??? Bersyukurlah dengan jalan memberi, bukan dengan jalan menahan dan menumpuk kekayaan. Semoga kita semua terhindar dari sifat kikir dan kufur yang semakin dapat menjadikan jiwa ini mengingkari segala nikmatnya. Na'udzubillaahi mindzalik. Wallaahu'alam.

#RamadhanInspiratif #Challenge #Aksara #Day5


-----------------------------------
Sumbawa, 05 Ramadhan 1438 H
Ummu 'Abdullah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengingat Sang Penghancur Nikmat

RESEP #1 TAHU ACI KUAH KECAP