REMINDER #11 ANTARA SYUKUR DAN SABAR TERDAPAT DUA KENIKMATAN
Belakangan ini sering terbangun tengah malam dan merasa mual plus lapar. Terakhir kali terbangun, minta suami nyari nasi padang di tengah malam, hehehe... Berharap ada sih, secara bulan Ramadhan, babang kuliner pindah jam tayang jadi tengah malam. Etapi, suami malah dapat baslok, huhuhu.. Belum rezeki ya harus sabar.^^
Belajar dari pengalaman tersebut, sudah dua hari ini nyetok apel. Buah awet pengganjal lapar dan gak bikin mual. Pertama, kasihan suami kalau harus keluar di tengah malam. Kedua, kasihan calon dede' bayi kalau sampai kurang nutrisi karena Ummi-nya telat makan cuma gegara musuhan sama nasi (lagi). Ketiga, kasihan juga dong sama diriku yang sudah bangun dan merasa kelaparan, hehehe...
Eh, calon dede' bayi??? Iya, gak salah baca kok. Alhamdulillaah lagi hamil lagi nih. Baru 7 pekan usia kandungan. Rasanya pun macam-macam. Tetapi tetap disyukuri nih. Secara ini amanah yang tidak semua perempuan punya. Lagipula, ini semacam pelipur lara. Selang satu bulan setelah kehilangan anak pertama, terbitlah sang qurrata'ayyun yang ketiga. Alhamdulillaah!
Begitu kan kehidupan ini? Bergerak bagaikan roda yang terus berputar hingga kematian menjelang. Bisa jadi kita di atas, mendapatkan kesenangan dan limpahan kebahagiaan. Saat ini kita tidak boleh takabbur, malah wajibnya bersyukur. Kemudian setelahnya bisa jadi kita merasakan payah dan kesedihan yang sangat mendalam. Kalau seperti ini, jangan lupa berdoa dan bersabar. Jangan sampai termasuk ke dalam hamba yang suka mempertanyakan takdir Allaah subhanawata'ala.
Hidup ini memang berkisar antara syukur dan sabar kan? Biar pahala surga didapatkan. Dan juga tentang keyakinan dari iman yang kita pegang. Bahwa daun yang gugur pun atas takdir Sang Pencipta. Cukuplah seorang hamba yakin atas apa yang dijalaninya agar tak terlontar kata, "Kenapa?" Itu bisa memunculkan rasa tak suka terhadap takdir Allaah semata. "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut [29]:2)
Sudah sih, kali ini mau berbagi cerita begitu saja. Kalau aku lagi hamil muda. Eh, maksudnya mau berbagi cerita bahwa hidup ini seperti roda yang bergerak. Jangan sampai kita meninggal dalam keadaan tamak. Tetapi wajib berusaha untuk meninggal dalam keadaan yang baik dan di-ridhoi oleh Allaah subhanawata'ala. Agar tak sia-sialah puluhan usia yang kita punya. Apalagi sebagai wanita, yang telah Rasulullaah shallallahu'alayhi wasallam beritakan sejak lama. Bahwa banyaknya penghuni neraka diisi oleh golongan wanita. Astaghfirullaah...
Syukur dan sabar, dua hal yang sangat baik untuk kesehatan jiwa dan mental. Ketika kita mencoba syukur dan sabar atas ketetapan Allaah subhanawata'ala, minimal ada dua nikmat yang bisa kita dapatkan. Sebaik-baik balasan dari Sang Pencipta dan ketenangan batin karena yakin atas takdir yang sedang dijalani. Iya gak sih? Pernah merasa begitu juga? Jadi, kenapa untuk selanjutnya merasa ragu dalam bersyukur dan bersabar? Setidaknya itu kekuatan yang kita punya sebagai muslim.
Jangan lupa, syukur dan sabar! “Sesungguhnya hamba Allah yang paling mulia pada hari kiamat adalah al-hammaaduun (orang yang paling banyak mengucapkan hamdalah).” (HR. ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir)
#RamadhanInspiratif #Challenge #Aksara #Day6
-----------------------------------
Sumbawa, 06 Ramadhan 1438 H
Ummu 'Abdullah
Sumbawa, 06 Ramadhan 1438 H
Ummu 'Abdullah
Komentar
Posting Komentar