REMINDER #8 ALHAMDULILLAAH MASIH INGAT PUASA
Apa kabar hari ini kawan? Ramadhan masih di garis start, mestinya masih semangat kan?^^ Hari ini masih mau berbagi tentang keseharian yang aku alami. Bukan karena spesial sih, tetapi karena masih stuck belum dapat ide buat bikin tulisan lain. Hhe...
Jadi ceritanya, kemarin-kemarin itu ada seorang fulanah yang sudah aku kenal lama. Semacam curhat tentang kegalaunya pada suatu sebab. Di mulai pada suatu hari ...
Dia coba ikut satu kegiatan yang memang disukai dan digeluti sejak beberapa tahun lalu. Singkatnya, otomatis dia cukup percaya diri gitu lah mengikuti event ini. Tetapi selang sepekan ia mengajukan karyanya, kok no respon dari pihak sana. Seharusnya kan, kalau memang kurang bagus atau apalah-apalah gitu, dikembalikan untuk diperbaiki. Tetapi kok ya ini malah tidak ada kabar.
Berbekal rasa penasaran tingkat Detective Conan, dia mulai cek and ricek lagi deh karyanya. Mungkinkah ada yang terlewat? Kenyataannya semua persyaratan sudah terpenuhi. Tetapi kenapa why? (Lagi lebay ceritanya) Dan ternyata ...
"Sumpah ya, Rent. Parah banget gue. Gimana karya gue mau dicek, orang alamat yang gue kasih salah sama mereka. Lugu banget kan ya, gue? Wkwkwk"
Kira-kira begitu sudah, Sang Fulanah mengakhiri kisahnya. Ya, ceroboh. Satu hal yang memang belum hilang darinya. Tetapi ada perubahan yang aku tahu telah ia dapati. Dan aku bersyukur untuk itu.
"Alhamdulillaah gue gak langsung su'uzhan gitu. Karena inget lagi puasa kali ya, jadi still positive thinking and back to review my job. Sumpah, gue sempat salah niat emang jadi ini semacam teguran buat gue."
Ya, menjadi pribadi yang berbeda kini. Mampu melihat sisi lain dari masalah dan mengoreksi dari dalam sebelum melakukan aksi yang lain. Sepertinya ia tumbuh menjadi pribadi yang berbeda dibanding dulu. Dan aku? Senang! Hanya perlu mendengar curhatan tanpa harus repot mencari solusi. Karena ia yang ada di sana telah mampu mencari jalannya sendiri.
Oke! Apa poinnya dari kisah ini? Setidaknya ada empat hal yang bisa aku cerna pada hari itu.
1. Niat dalam amal itu penting.
Salah dalam berniat dapat menunda kebaikan untuk kita. Kenapa? Bisa jadi itu adalah rahmat dari Allaah agar kita terhindar dari syirik kecil disebabkan melakukan amal karena mengharapkan hal selain balasan dari Allaah subhanawata'ala.
Salah dalam berniat dapat menunda kebaikan untuk kita. Kenapa? Bisa jadi itu adalah rahmat dari Allaah agar kita terhindar dari syirik kecil disebabkan melakukan amal karena mengharapkan hal selain balasan dari Allaah subhanawata'ala.
2. Tenanglah, jangan tergesa.
Hadits ini cukup untuk menjelaskan kenapa kita harus tenang dalam mengerjakan sesuatu. "Ketenangan dalam bertindak datangnya dari Allaah, sedangkan ketergesaan datangnya dari syaithan." (HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman)
Hadits ini cukup untuk menjelaskan kenapa kita harus tenang dalam mengerjakan sesuatu. "Ketenangan dalam bertindak datangnya dari Allaah, sedangkan ketergesaan datangnya dari syaithan." (HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman)
3. Bercerminlah, sebelum menunjuk.
Intinya mengoreksi diri sendiri itu penting. Enggak lucu saja kalau kita sudah menunjuk tembok ternyata badan kita yang salah belok. Hhe...
Intinya mengoreksi diri sendiri itu penting. Enggak lucu saja kalau kita sudah menunjuk tembok ternyata badan kita yang salah belok. Hhe...
4. Puasa itu mengendalikan diri.
Tidak cuma pola makan lho yang dikontrol selama puasa, tetapi juga manajeman diri dan emosi jadi lebih terarah. Salah satu alasan mengapa Ramadhan bulan mulia, dari sana jiwa-jiwa taqwa mulai dilahirkan.
Tidak cuma pola makan lho yang dikontrol selama puasa, tetapi juga manajeman diri dan emosi jadi lebih terarah. Salah satu alasan mengapa Ramadhan bulan mulia, dari sana jiwa-jiwa taqwa mulai dilahirkan.
Wallaahu'alam.
#RamadhanInspiratif #Challenge #Aksara #Day3
------------------------------------
Sumbawa, 03 Ramadhan 1438H
Ummu 'Abdullah
Sumbawa, 03 Ramadhan 1438H
Ummu 'Abdullah

Komentar
Posting Komentar