REMINDER #3 TERUNTUK TEMAN YANG TELAH MENDAHULUIKU

Entah bagaimana aku harus menggambar sebuah kisah nyata. Suatu peristiwa yang tak jua aku duga. Bahkan terlintas pun tak ada. Tentang ia yang lebih muda. Namun mendahuluiku untuk menutup usia.

Tak banyak kebersamaan kami. Tawa riang pun sepertinya jarang terbagi. Apalagi berbagi perih. Intinya, interaksi jarang kami temui. Hingga kenangan pun rasanya sedikit kali terealisasi. Tapi ia, telah sangat melekat di hati ini.


Pribadi yang kukenal tak banyak bicara. Senyumlah yang sering aku terima darinya. Kepasrahan hidup telah menjadi bagian dirinya. Pun kesederhanaan yang terlanjur melekat pada memoriku tentangnya. Dialah Mia.

Ada sebetik penyesalan tatkala kuingat tentangnya. Bahwa diri ini jarang sekali menyapa Mia. Sekedar mengunjungi sosoknya yang ramah. Berbagi kisah bersama. Tentu dengan gelas teh sebagai pelengkapnya.

Kesedihan ini tak mampu kusembunyikan. Atas ia yang lebih dulu meninggalkan. Buliran airmata yang coba ditahan. Pada akhirnya menemukan peraduan. Aku kehilangan. Pada sosok pendiam yang menyenangkan.

Teruntuk engkau, teman yang telah mendahuluiku. Tak akan kulupa jasamu dulu. Kebaikan yang masih kukenang, dari engkau duhai temanku. Seorang wanita lembut yang pertama kali mengulurkan bantuanmu kepadaku. Aku kehilanganmu.

Teruntuk engkau yang lebih dulu berpulang. Kepergianmu kembali membuktikan satu hal. Bahwa usia bukan lagi batasan. Untuk ajal datang kepada setiap insan. Padahal engkau lebih muda, tapi dirimu yang sudah tutup usia.

Teruntuk engkau, yang kupikir akan datang hari ini. Nyatanya dirimu memang kembali. Tetapi bukan ke kampung ini. Melainkan kepada Rabb-mu yang abadi. Sebaik-baik tempat kembali.

Duhai, ukhti. Doa kupanjatkan untukmu kini. Semoga amal ibadamu diterima dengan suci. Pun bagi keluarga besar yang engkau cintai. Semoga kesabaran senantiasa mengiringi. Dan untuk putra-putri yang engkau sayangi. Biarlah Allaah yang akan menepati janji. Sebagai Pemelihara Terbaik hamba-Nya di dunia ini. aamiin.

Sungguh! Sekalipun interaksi tak banyak kita jalani. Aku menyayangi disebabkan Ilahi Rabbi. Engkau teman juga saudara dalam ukhuwwah islami. Terima kasih untuk kebaikanmu selama ini. Semoga dapat menjadi sebab surgamu nanti. aamiin.

Dari teman yang jarang engkau jumpai. Bait tulisan sengaja kubuat untuk mengenangmu hari ini. Bahwa satu teman baik telah pergi. Dan tak bisa lagi aku temui, kecuali di surga nanti. aamiin.


Sumbawa, 10 April 2017
Ummu 'Abdullah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESEP #1 TAHU ACI KUAH KECAP

RESEP #3 OSENG "ENTUNG-ENTUNG"

REMINDER #7 PUJIMU ADALAH KOREKSI BAGI AMALKU